Bupati Ajak Masyarakat Hindari Korupsi

MINUTLINK – Bupati Minahasa Utara Drs Sompie Simon France Singal, MBA mengingatkan pengolah keuangan untuk teliti dan cermat, sehingga pemanfaatan keuangan tidak berhadapan dengan proses hukum. “Dana APBD harus kelola sesuai dengan aturan,” kata bupati  saat membuka kegiatan Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi (Kormonev), Percepatan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Wilayah Kecamatan Kalawat.
Acara Kormonev tersebut digelar di Balai Pertemuan Umum Desa Kolongan Kecamatan Kalawat, pada Kamis 25 Juli 2013.
Menurut Sompie, sosialisasi anti korupsi gencar dilakukan, sebagai tindaklanjuti reformasi saat ini. Korupsi tidak disadari merupakan bahaya laten menghancurkan pembangunan bangsa. Korupsi tak lain sebagai aksi atau kegiatan merugikan keuangan negara dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Dilanjutkannya, koordinasi, monitoring dan evaluasi sangat penting, dan sangat perlu dilakukan, sebagai bentuk kontrol. “Agar kita semua lepas dan bebas dari kegiatan korupsi, dana APBN dan APBD harus dimanfaatkan dengan prinsip bebas dari korupsi. Korupsi itu sendiri adalah aksi merapuhkan pertahanan keuangan negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk rakyat,” kata Singal.
Masih menurut bupati, cegah tangkal terhadap tindak pidana korupsi harus dimulai dari kita. Jika kita tunduk dan patuh pada aturan dari hal-hal kecil, maka kita akan terbiasa tunduk pada aturan sampai pada tanggung jawab yang besar. Marilah kita semua bertekad, bersatu padu dan katakan tidak untuk korupsi. Akibat perbuatan korupsi, kita akan berhadapan dengan hukum. Lembaga pengawas saat ini bermacam-macam, yang begitu getol dan intens mengawasi kegiatan korupsi. Sehingga kita semua harus kerja dan menghindari aksi korupsi yang hanya menghancurkan hidup.
“Perbuatan korupsi satu kali saja, dan sampai ada putusan hukum lembaga peradilan bersifat tetap atau inkracht, maka resiko dihadapi sendiri dan keluarganya juga ikut menanggung tekanan moral dari masyarakat,” ujar Bupati.

Singal melanjutkan, forum ini perlu diberikan apresiasi dan kita semua yang ada saat ini, tentunya akan menjadi garda terdepan memberantas korupsi dan pelopor membangun tanpa korupsi. Kapan lagi waktunya mencegah dan memberantas korupsi, kalau tidak mulai hari ini.
“Hindarilah sanksi hukum berlapis-lapis yang mendakwa, menuntut dan memvonis terhadap koruptor. Pengelolaan keuangan harus baik dan benar, pemanfaatan harus bersih catatan dan laporan harus cepat dan tepat waktu. Kepada pengelola keuangan, semisalnya belum mengerti dan paham tentang pengelolaan keuangan, janganlah malu konsultasi dan bertanya kepada yang sudah tahu,” kata Singal sembari mengatakan, gunakanlah dana untuk desa, dana Belanja Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK) sekolah, maupun dana-dana yang lain dengan transparan dan akuntabel, sebab semua itu diawasi masyarakat.

Kormonev dihadiri Sekretaris Daerah Drs Johannes A. Rumambi, Kepala Seksi Intelijen Kejari Airmadidi Bobby Jeferson Selang, SH, Kepala Inspektorat Frits Sigar SH, Kepala Bappeltibang Hanny Tambani, S.Sos, Kanit Tipikor Polres Minahasa Utara, Perangkat  Desa, Kepala Sekolah, UPTD Diknaspora  dan BPD se Kecamatan Kalawat.